MENABUNG UNTUK MAKMUR

Sinopsis Buku Safir Senduk “KARYAWAN HARUS NABUNG BIAR MAKMUR…!”

Ini adalah buku ke-9 (terbaru) dari Safir Senduk. Di sini Safir ingin mencoba menulis tentang hal-hal yang sering sekali terjadi di dalam kehidupan manusia secara umum. Di dalam buku ini diceritakan bahwa setiap orang hampir mempunyai siklus hidup yang sama: lahir-balita-remaja-sekolah-kerja-mapan. Buku ini hanya membahas kehidupan kerja dan setelahnya. Seorang karyawan yang bekerja bisa dipastikan akan mengalami peningkatan karier, karier itu bisa cepat atau lambat. Dengan peningkatan karier pada umumnya selalu diiringi dengan peningkatan penghasilan, otomatis penghasilan per bulan akan naik. Nah yang jadi masalahnya sekarang adalah apakah penghasilan tersebut cukup atau tidak dan kita sering kali merasa bahwa penghasilan yang kita dapat selalu saja tidak cukup. Buku ini juga mengatakan bahwa penghasilan besar tidak berbanding lurus dengan kemakmuran atau kesejahteraan. Hal tersebut bisa disebabkan beberapa factor, yaitu pola hidup manusia itu sendiri. Bisa saja ada orang yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan, tapi total pengeluaran (kewajiban, kebutuhan, keinginan) bisa lebih dari Rp 10 juta per bulan dan orang macam ini disebut miskin dalam buku ini. Sebaliknya ada karyawan yang gajinya hanya Rp 3 juta per bulan, tapi total pengeluarannya hanya Rp 2 juta per bulan sedang yang Rp 1 juta digunakan untuk kegiatan menabung atau investasi. Dan orang dalam contoh kedua tersebut dikatakan makmur atau sejahtera dalam buku ini.
Dalam buku ini juga disebutkan perbedaan menabung/ investasi dengan menyimpan. Menabung/ investasi adalah kegiatan menyisihkan penghasilan untuk tujuan tertentu atau untuk mendapatkan penghasilan lagi dari situ. Sedangkan menyimpan adalah kegiatan menyisihkan penghasilan yang tidak punya tujuan apa-apa.
Kebanyakan orang sangat susah menabung karena kegiatan menabung adalah kegiatan yang sifatnya tidak urgent sehingga secara psikologis orang selalu mengabaikan atau menomersekiankan kegiatan yang dia rasa kurang perlu saat ini. Jadi tidak jarang menemui orang yang gajinya besar tapi tidak punya tabungan atau investasi.
Untuk itu ada 5 kiat yang dipaparkan di buku ini supaya orang bisa menabung atau berinvestasi, antara lain:
1. Tetapkan Tujuan Keuangan di Masa Depan
Banyak karyawan di Indonesia yang walaupun sudah punya penghasilan tinggi tapi karena tidak bisa memaksimalkannya dengan cara mengelola penghasilan dengan sebaik mungkin, sampai sekarang masih berkutat denga hal yang itu-itu saja. Cara pertama yang harus dilakukan untuk dapat memaksimalkan penghasilan dan keuangan adalah tetapkan tujuan keuangan anda di masa depan. Tujuan adalah titik yang ingin anda tuju. Ada beberapa contoh tujuan manusia, yaitu ingin punya rumah, sekolahin anak, pergi haji, beli mobil, renovasi rumah, bisa pensiun, bantu saudara, dll. Tujuan masa depan dikelompokkan menjadi dua dalam buku ini, yaitu:
a. Tujuan keuangan yang sifatnya akumulasi dana
Di sini biasanya anda mengumpulkan uang dalam jangka waktu tertentu untuk membayar sesuatu, membeli sesuatu,dll. Contohnya ingin beli rumah baru, pergi haji, sekolahin anak.
b. Tujuan keuangan yang sifatnya pengembangan asset
Di sini anda memiliki target untuk mengembangkan asset dari sekian menjadi sekian (jadi lebih besar) dalam jangka waktu tertentu. Contohnya menyewakan rumah, membeli reksadana.
2. Menabunglah Secara Bulanan
Ini adalah cara yang paling mudah jika anda ingin mencapai sesuatu sementara sekarang dana masih nol. Caranya hitung dulu berapa jumlah yang harus anda tabung setiap bulannya untuk mencapai tujuan anda. Untuk itu, tentukanlah dulu:
a. Target hasil investasi, yaitu berapa besar hasil investasi yang anda inginkan untuk anda dapat setiap tahunnya.
b. Jangka waktu, yaitu berapa lama waktu yang anda punya untuk mencapai tujuan itu.
Caranya:
• Menabunglah di depan.
Menabunglah dulu baru belanja, kalau belanja dulu baru menabung, dijamin uangnya habis.
• Pilihlah Produk Keuangan yang Sesuai Dengan Anggaran Anda
a. Tabungan berjangka
b. Reksa Dana
c. Unit Link
• Gunakan Sistem Otomatis
a. Pada tabungan berjangka : debet secara otomatis dari tabungan biasa.
b. Pada reksa dana : debet secara otomatis dari tabungan biasa yang menjadi rekening gajian anda.
c. Pada unit link : debet secara otomatis dari tabungan biasa yang menjadi rekening gajian anda, atau debet otomatis dari kartu kredit anda.
3. Investasikan Bonus Anda
Kebanyakan orang menghabiskan bonusnya untuk belanja, belanja, dan belanja. Sekarang cobalah untuk menginvestasikan bonus anda untuk:
Membentuk dana cadangan yang besarnya 6 bulan pengeluaran dan menaruhnya dalam:
a. Tabungan di bank
b. Reksa dana pasar uang
Ingat, menaruh uang dalam dana cadangan ini disebut tindakan menyimpan, bukan menabung/ berinvestasi.. Tapi biarpun statusnya adalah simpanan, kita usahakan untuk tetap menaruh dana cadangan ini di tempat yang bisa berkembang, dan reksa dana pasar uang biasanya bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada tabungan di bank. Jika dana cadangan itu memang sudah ada, maka investasikan bonus itu untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal. Toh, anda sudah mempunyai simpanan dana cadangan dan menabung secara rutin untuk mengejar tujuan-tujuan keuangan anda. Alternatif investasinya adalah:
• Saham
• RD Saham
• Unit Link Saham
• Barang Koleksi
4. Produktifkan Harta Anda
Kalau dilihat, kita punya banyak sekali harta, baik dalam bentuk barang, maupun surat berharga atau apa pun. Kenapa kita tidak memproduktifkan saja harta itu daripada tidak menghasilkan apa-apa? Untuk memproduktifkan harta ada lima cara, yaitu:
a. Sewakan
b. Bisniskan
c. Jual, lalu masukkan uangnya ke sesuatu yang produktif
d. Agunkan untuk digunakan ke sesuatu kegiatan yang produktif
e. Lakukan sesuatu yang produktif terhadapnya.
Dari lima cara di atas, point c akan membuat anda mendapatkan sejumlah uang yang kita sebut dana nganggur. Di sini, anda bisa memperlakukan uang itu seolah-olah seperti mendapatkan bonus. Jadi anda bisa menyimpan uang itu untuk membentuk dana cadangan kalau dana cadangan anda memang belum memenuhi syarat minimal sebesar enam bulan pengeluaran keluarga, atau menginvestasikannya ke produk yang memberikan hasil maksimal seperti yang sudah disebutkan di kiat no.3, yaitu saham, RD saham, unit link saham, barang koleksi. Selain empat produk yang sudah disebut itu, ada dua produk yang bisa anda pilih untuk memproduktifkan dana nganggur, yaitu:
• Deposito
• Obligasi (dalam bentuk ORI)
5. Persiapkan Diri Menghadapi Masa Sulit
Kita hidup di dunia yang turbulence, turun naik. Kita tidak kuasa mengatur bagaimana keadaan di luar sana, yang bisa kita atur adalah apa yang bisa kita lakukan kalau-kalau keadaan sulit itu datang. Ada tiga masa sulit yang bisa terjadi dalam hidup anda, yaitu:
a. Inflasi
Produk yang bisa menangkisnya adalah hard asset, seperti emas dan property. Umumnya makin tinggi tingkat inflasi, makin tinggi juga kenaikan harga emas. Demikian juga property.
b. Resesi
Produk yang naik bunganya pada saat resesi adalah kas atau setara kas, seperti tabungan di bank, deposito di bank, dan obligasi baru.
c. PHK
Kalau-kalau anda tidak dapat pesangon, miliki dana cadangan dalam bentuk tabungan biasa atau RD pasar uang. Bila PHK betul-betul terjadi dan anda dapat pesangon, prioritaskan pesangon anda untuk ditaruh di tempat yang memberikan nilai agak lumayan tapi yang tetap bisa mempertahankan nilai nominalnya, seperti deposito dan obligasi.
Kiat-kiat yang disampaikan dalam buku Safir Senduk terbaru ini mungkin bisa dibilang cukup sederhana atau simple. Tapi semoga kiat-kiat tersebut bisa berguna bagi kita sebagai sarang dalam rangka perencanaan keuangan kita. Karena sesederhana apapun suatu teori, tidak akan berguna jika tidak ada niat awal untuk mempraktekkannya, sesuai dengan filosofi ”Every journey begins with one step”.

by. Yusuf Efendy 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s